LOCKDOWN DIRI BUKAN RASA KEMANUSIAANNYA
Oleh : Dinda Nur Zahira Natasya Kita semua merasakan bahwa hadirnya keberadaan pandemi Covid-19 di Indonesia cukup menyulitkan kita dalam melakukan berbagi aktivitas. Kita dihimbau untuk melakukan bentuk pencegahan penularan wabah corona, seperti social distancing. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin biasa-biasa saja. Bisa jadi karena alasan, mereka memiliki tabungan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Tapi bagi sebagian orang lainnya, bisa jadi social distancing menjadi himbauan untuk meningkatkan angka kelaparan di Indonesia. Kita mestinya menyadari dan peka bahwa di Indonesia, khususnya Kota Palu sendiri tidak semua masyarakatnya memiliki kesejahteraan ekonomi yg sama. Kalau orang-orang seperti bapak penjual tissue di jalanan atau ibu dari 4 orang anak yang mendorong gerobak sampah itu melakukan social distancing mau makan apa mereka besok? Sementara untuk masyarakat menengah ke atas bisa tenang-tenang saja, kekhawatirannya pa...